Teknik Dasar Pencak Silat

4 min read

pencak silat

Teknik Dasar Pencak Silat – Indonesia memiliki seni beladiri tradisional yang disebut dengan pencak silat. Pencak silat juga telah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan baik di tingkat nasional hingga regional Asia Tenggara.

Seni beladiri dikenal secara luas di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan Thailand sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa. Bela diri juga bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya yang bersifat intangible sejak Desember 2019.

Praktisi pencak silat Indonesia pun juga telah dikenal dunia. Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman adalah beberapa praktisi bela diri yang bahkan telah masuk industri perfilman Hollywood. Ketiganya tampil di film Star Wars: The Force Awakens dan John Wick, setelah mereka terkenal dengan keahlian pencak silatnya dan bermain di trilogi The Raid.

Pengertian Pencak Silat

pengertian pencak silat
satujam.com

Pencak silat adalah seni beladiri yang melibatkan pose bertarung dengan seluruh tubuh bisa melakukan penyerangan, bergulat, dan saling melempar, serta kadang menggunakan senjata. Seluruh bagian tubuh digunakan untuk menyerang dan bisa diserang.

Praktik bela diri tidak hanya sebagai pertahanan diri, tapi juga untuk melatih psikologis petarungnya. Karena berasal dari perpaduan berbagai budaya di Indonesia dan bahkan di beberapa negara di Asia Tenggara, asal kata bela diri juga dibentuk dari perpaduan berbagai bahasa dan pengertian.

Kata ‘pencak’ bermakna inti latihan, yang berarti merupakan aspek terluar dari seni yang bisa dilihat oleh orang lain di luar perguruan sebagai bentuk pertunjukan.

Kata ‘silat’ bermakna inti dari pertarungan dan pertahanan diri, yaitu penerapan pertarungan yang sesungguhnya dari teknik beladiri yang bersifat rahasia dari orang luar, dan hanya bisa dibagi dan diwariskan dari guru ke murid perguruan beladiri.

Kedua kata tersebut telah menjadi perpaduan dan membentuk satu pengertian pencak silat. Silat tidak akan ada tanpa pencak, dan pencak tanpa kemampuan silat tak ada artinya.

Organisasi Pencak Silat

organisasi pencak silat
kodam4.mil.id

Di Indonesia, pencak silat sebagai olahraga beladiri berada di bawah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Sedangkan di tingkat regional, organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa) yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pengaruh Budaya dalam Pencak Silat

Pencak silat dipengaruhi oleh berbagai budaya serta agama, seperti Islam, Buddha, Hindu, dan Tiongkok, selain dari seni tradisional berbagai suku di Indonesia.

Berbagai gaya pencak silat telah membentuk seni beladiri dan olahraga pencak silat sehingga telah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan sampai di tingkat regional.

Teknik Dasar Pencak Silat

teknik pencak silat
elevenia.co.id

Untuk mendefinisikan Teknik-teknik pencak silat secara umum ini sangat sulit, karena ada banyak sekali gerakan dari berbagai gaya yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia. Akhirnya secara umum gerakan pencak silat merupakan perpaduan dan dijadikan standar dalam kompetisi.

Beberapa gerakan dan teknik pencak silat di antaranya fokus pada pukulan, tendangan, kuncian, dan dalam beberapa pertunjukan menggunakan senjata. Daerah yang berbeda fokus pada gerakan yang berbeda pula, misalnya:

Tendangan: umumnya banyak dari pencak silat yang berasal dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara

Tangan dan lengan: umumnya banyak dari pencak silat yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan

Cengkeraman: umumnya banyak dari pencak silat yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera.

Pukulan dan serangan tangan dan kaki: umumnya banyak dari pencak silat yang berasal dari Bali, Jawa Tengah, dan Madura.

Dalam perguruan pencak silat, beberapa gerakan dasar yang dipelajari adalah sebagai berikut:

  1. Posisi dasar tubuh dan langkah

Murid perguruan pencak silat harus belajar tentang dasar bentuk posisi tubuh dan posisi melangkah. Posisi melangkah menunjukkan gerakan kaki dari satu titik ke titik yang lain selama bertarung.

Pencak silat memiliki beberapa dasar langkah yang dilakukan setelah posisi tubuh. Sedangkan posisi tubuh dilakukan sebagai bentuk pondasi untuk mengatur serangan atau bertahan.

Posisi tubuh dasar adalah kuda-kuda, yang membuat tubuh menjadi stabil dan tegap dengan memperkuat paha depan. Posisi tubuh lain yang perlu diatur adalah tubuh tengah, tubuh samping, dan tubuh depan.

Posisi tubuh dasar dalam pencak silat sangat penting untuk mengatur langkah, postur tubuh, dan gerakan.

Dengan posisi tubuh dasar yang besar, praktisi pencak silat dapat melakukan serangan dan bertahan dari berbagai posisi, seperti berdiri, jongkok, maupun duduk dan bergerak dari posisi satu ke posisi yang lain.

Setelah murid perguruan menguasai posisi tubuh dan langkah, selanjutnya mereka harus menguasai jurus.

  1. Jurus

Jurus adalah urutan langkah dan gerakan tertentu yang digunakan dalam teknik bertarung, latihan kelincahan, dan penyesuaian tubuh.

Pengulangan jurus juga akan memperkuat otot dan membentuk ingatan otot dan gerakan sehingga praktisi pencak silat dapat bereaksi dengan cepat dalam pertarungan tanpa harus berpikir panjang.

  1. Serangan

Pencak silat menggunakan seluruh tubuh petarung untuk melakukan serangan. Tipe serangan dasar adalah pukulan dan tendangan dengan tambahan berbagai variasi.

Serangan bisa dilakukan dengan tangan mengepal, tangan terbuka, kaki, siku, lutut, bahu, bahkan jari. Teknik lain yang biasa dilakukan yaitu tipuan, sapuan, dan guntingan.

Tipuan adalah gerakan yang sengaja dibuat untuk mengecoh lawan sehingga bisa menyerang bagian lawan yang terbuka.

Sapuan adalah gerakan untuk menjatuhkan lawan dengan mengganggu posisi kaki.

Sedangkan guntingan adalah gerakan yang mencengkeram dan menahan gerakan kaki lawan.

  1. Bertahan

Posisi bertahan dalam pencak silat dapat berupa tangkisan, menghindar, dan serangan balik. Tangkisan merupakan bentuk dasar dari posisi bertahan dalam pencak silat.

Oleh karena pencak silat menggunakan seluruh bagian tubuh, maka tangkisan juga dapat dilakukan dengan berbagai bagian tubuh seperti lengan atas, tangan, bahu, dan tulang kering.

Tangkisan dengan siku perlu berhati-hati karena bisa berbahaya pada penyerangnya. Serangan juga bisa digunakan untuk bertahan, seperti menggunakan lutut pada serangan tendangan.

Tangkisan keras yang artinya menggunakan kekuatan melawan kekuatan, lebih cocok untuk digunakan pada lawan dengan kekuatan yang sama atau lebih rendah.

Beberapa Teknik tenaga dalam menggunakan kekuatan dalam tangkisan. Untuk mengurangi efek negatif tubuh ketika melakukan tangkisan ini, latihan pada tubuh biasanya berfokus pada penguatan bagian-bagian tubuh yang digunakan untuk menangkis, seperti lengan atas yang dilatih dengan dibenturkan ke permukaan keras.

Regulasi Pertandingan Pencak Silat

regulasi pertandingan pencak silat
liputan6.com

Berdasarkan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa), regulasi atau aturan pada kompetisi pencak silat di antaranya mengatur tentang kategori pertandingan. Berikut adalah definisi dari kategori-kategori pertandingan pencak silat.

  1. Tanding

Tanding adalah kategori kompetisi pencak silat yang menandingkan dua pesilat dari tim yang berbeda. Kedua pesilat bertarung satu sama lain menggunakan serangan dan bertahan seperti memukul mundur, menghindar, memukul, dan serangan yang menjatuhkan lawan.

Serangan dan bertahan pada pertandingan pencak silat kategori ini juga harus menggunakan taktik dan Teknik kompetisi, menjaga stamina dan semangat bertarung.

Dengan menerapkan kaidah dan pola langkah dalam bertarung sambil menunjukkan pengetahuan jurus akan memberikan pesilat skor yang tinggi.

  1. Tunggal

Tunggal adalah kategori kompetisi pencak silat dengan seorang pesilat saja. Pesilat harus mampu menunjukkan kemampuan Jurus Baku Tunggal yang benar, akurat, dan urutan yang stabil.

Jurus Baku Tunggal yang dilakukan pesilat juga harus menjiwai, baik dengan tangan kosong maupun bersenjata.

  1. Ganda

Ganda adalah kategori kompetisi pencak silat dengan dua pesilat dari tim yang sama. Kedua pesilat tersebut harus menunjukkan kemampuan serangan dan bertahan serta kekayaan jurus dan Teknik bertarung yang mereka miliki.

Kemampuan serangan dan bertahan dan gerakan-gerakannya harus menunjukkan rencana serangan yang baik, efektif, indah, stabil, logis, dan teratur.

Kombinasi serangan dan bertahan juga bisa dilakukan dengan gerakan cepat, lambat, dengan perenungan, baik tangan kosong maupun bersenjata.

  1. Regu

Regu adalah kategori kompetisi pencak silat dengan tiga pesilat dari tim yang sama. Para pesilat menunjukkan kemampuan mereka dalam Jurus Baku Regu.

Jurus Baku Regu yang dinilai dalam kategori ini harus akurat, tepat, dan stabil, serta harus menjiwai dan memiliki harmoni antar pesilat. Kategori ini dilakukan dengan tangan kosong.

Teknik Dasar Pencak Silat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *