Tari Kecak Tarian Budaya Indonesia Asal Bali

4 min read

Tari Kecak atau The Monkey Dance (penyebutan para wisatawan asing) bagi kalangan wisatawan merupakan tari dalam bentuk drama yang relatif baru.

Namun, tari ini menjadi pertunjukkan yang sangat populer hingga saat ini dan telah menjadi pertunjukkan yang wajib ditonton oleh setiap wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.

Para turis asing menyebut tari ini dengan sebutan The Monkey Dance karena umumnya mereka menganggap gerakannya menyerupai gerak monyet atau kera. 

Namun, rakyat Indonesia terutama masyarakat Bali tentu saja tidak sependapat dengan penyebutan tersebut.

Nama tarian kecak diambil secara langsung dari “cak, cak” yang diucapkan secara terus-menerus sepanjang tari dilakukan. Ada pula beberapa orang yang menerangkan bahwa kata atau suara “cak” sebenarnya mempunyai arti yang sangat penting di dalam pertunjukan.

Saat ini, banyak adegan dari tarian kecak telah yang digunakan sebagai bahan promosi untuk beberapa postcard, buku petunjuk pariwisata, dan lain sebagainya.

Keberadaan tari kecak memang sangat unik dan berbeda dengan tarian daerah lainnya, bahkan sangat berbeda makna dan historis dari tari tradisional Bali lainnya. Berikut ini, segala hal yang membuat tarian kecak begitu unik dan spesial.

Sejarah Tari Kecak

sejarah tari kecak

Keunikan tari kecak sudah bisa diketahui dari sejarah atau asal muasalnya. Ada banyak versi dari asal usul tarian kecak ini. Versi pertama menyebutkan bahwa tarian kecak menggambarkan kisah Ramayana ketika barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

Selain itu ada juga yang menyebutkan jika tarian kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang bisa membuat para penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar.

Para penari kemudian akan melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur. Selanjutnya para penari akan segera sadar dan menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Versi yang lebih masuk akal adalah pendapat bahwa tarian kecak diciptakan bersama dengan seniman luar negeri. Pada sekitar tahun 1930, Walter Spies yaitu pelukis dari Jerman membantu Wayan Limbak menciptakan tarian Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana.

Asal Usul Tari Kecak

asal usul tari kecak

Wayan Limbak kemudian mempopulerkan tarian kecak di Bali dan terus berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali lainnya. Jadi, keunikan asal usul dari Kecak ini bisa dilihat dari banyaknya versi pendapat asal muasalnya dan keterlibatan orang asing dalam menciptakan tarian kecak ini.

Meski asal usulnya baru seputar versi pendapat saja, tapi ada bagi masyarakat Bali kecak pertama kali berkembang menjadi seni pertunjukan di Bona,

Gianyar. Di daerah ini, pengetahuan tentang kecak pada awalnya merupakan suatu tembang atau musik yang dihasilkan dari perpaduan suara,

membentuk melodi, dan biasanya dipakai untuk mengiringi tarian Sahyang yang sangat disakralkan umat Hindu Bali. Tari Sahyang hanya dapat dipentaskan di dalam pura.

Kemudian sejak awal dekade tahun 1930 tarian kecak mulai dipelajari, dipraktikkan, dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Iringan Tari Kecak

iringan tari kecak

Keunikan tarian kecak bisa dilihat dari iringan yang digunakan untuk gerakan tari. Umumnya, suatu gerakan tari akan diiringi oleh beberapa alat musik, setidaknya alat 1 alat musik ritmik.

Namun, iringan musik untuk tari kecak tanpa menggunakan lagu atau musik. Selama tarian Kecak berlangsung, iring-iringan diambil dari ritual tarian menggunakan kincringan yang pasang pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Selanjutnya iringan tarian kecak dibantu dengan “Cak” berulang kali dari para penarinya.

Gerakan Tari Kecak

gerakan tari kecak

Gerak tari kecak sangat spesial, begitu pula dengan pola lantai yang dibentuk oleh para penarinya. Tarian ini dilakukan oleh sekitar 50 sampai dengan 150 penari laki-laki yang duduk berbaris, melingkar,

dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” sambil mengangkat kedua lengan. Gerakan tersebut secara khusus menceritakan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

Setiap anggota penari akan membuat suara musik secara akapela atau melalui mulut. Seorang anggota akan bertindak sebagai pemimpin yang memberikan nada awal dan seorang lagi bertugas memberikan tekanan nada tinggi atau rendah.

Selanjutnya, ada seorang anggota yang bertugas sebagai penembang solo dan seorang petugas akan bertindak sebagai dalang yang mengantarkan alur cerita.

Gerak tarian kecak melibatkan gerak seluruh tubuh penari. Namun, gerakan tetap terlihat lebih lebih santai karena pesan utama yang ingin disampaikan adalah jalan cerita dan perpaduan suara para penarinya.

Setiap anggota penari duduk melingkar sehingga pola lantai yang dibentuk selalu konstan, yaitu pola melengkung berbentuk lingkaran.

Setiap gerakan pada tari kecak mempunyai fungsi tersendiri, yang dibagi dalam beberapa adegan. Pada adegan pertama, gerakan tari disajikan untuk bisa menyampaikan pesan mengenai cerita tentang Shinta ketika diculik oleh Rahwana.

Ketika itu, Rama sedang berburu ke hutan sehingga tidak mengetahui perihal penculikan terjadi. Selanjutnya, tarian disambung dengan adegan kedua yang berisi cerita tentang seekor burung garuda yang berusaha untuk menolong Dewi Shinta.

Meskipun pada akhirnya burung garuda tersebut gagal karena sayapnya putus saat dipanah oleh Rahwana. Pada adegan ketiga, menceritakan tentang Rama dan Laksmana yang sedang tersesat di hutan.

Pada adegan keempat, yaitu adegan terakhir Rama meminta bantuan kepada hanoman untuk menyelamatkan Dewi Shinta dari Rahwana. Pada adegan ini, terdapat cerita tentang hanoman yang membakar Kerajaan Alengka Pura. Selanjutnya, hanoman berpesan kepada Dewi Shinta agar menunggu pertolongan dari Rama dengan tenang.

Busana Para Penari

busana tari kecak

Kostum atau busana yang dipakai setiap anggota penari kecak adalah pakaian adat khas dari Pulau Bali. Namun, pakaian yang digunakan hanya bawahan berupa sarung dengan corak kotak-kotak berwarna hitam putih.

Jadi, ketika membawakan tarian kecak, setiap anggota penari laki-laki terlihat bertelanjang dada.

Para penari juga menggunakan gelang di bagian kaki masing-masing yang bisa menghasilkan bunyi tertentu ketika kaki digerakkan. Sedangkan untuk anggota yang berperan sebagai rahwana, perlengkapan tari dilengkapi dengan topeng. Tarian kecak juga menggunakan ornamen yang tidak biasa, sehingga membuat tari ini jauh lebih spesial. Salah satunya yaitu ada api yang digunakan ketika proses tarian berlangsung. 

Adanya api tersebut membuat tarian kecak semakin lengkap dengan atraksi sakral. Setelah bara api dinyalakan dan ketika bara api diinjak-injak oleh para penari, maka kesan mistis dari tari ini akan akan semakin terasa.

Uniknya, tidak satu pun dari para penari yang mengalami luka bakar setelah menginjak-injak bara api tanpa menggunakan alas kaki.

Selain sebagai media upacara yang disakralkan oleh masyarakat Bali, tarian kecak juga digunakan sebagai ciri khas tarian kecak dan kebudayaan masyarakat Pulau Bali itu sendiri.

Tarian kecak secara langsung telah menjadi daya tarik para wisatawan dari mancanegara karena memiliki nilai dan fungsi sebagai hiburan.

Tarian Kecak merupakan salah satu tari daerah yang paling sering ditampilkan dan dalam setiap penampilannya selalu membawa cerita dan atraksi yang menarik.

Maka dari itu, tidak heran jika tarian kecak bisa membuat para penontonnya terkagum-kagum. Setiap adegan yang ditampilkan juga membuat cerita yang disajikan semakin memikat para wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk selalu menyaksikan tarian kecak.

Fungsi Tari Kecak

fungsi tari kecak

Manfaat tari kecak adalah sebagai upacara fungsi tari semacam sarana upacara merupakan bagian dari kebiasaan yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual.

Tari sebagai sarana hiburan salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikantari sebagai sarana pertunjukkan tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan penerima pesan.

Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempattari sebagai sarana pendidikan tari yang digunakan untuk sarana pendidikan dengan mengajarkan di sekolah – sekolah formal.

Tari Kecak

Tari Topeng Kesenian Budaya

admin
4 min read

Kunci Dasar Gitar

admin
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *