Mengenal Kebudayaan Suku Batak

Suku Batak – Tradisi, adat istiadat serta budaya Indonesia memang sangat beragam. Bahkan ada satu suku bangsa di Indonesia yang masih memiliki sub suku beranak pinak.

Salah satunya adalah suku Batak, atau urbanreaders. Kebudaayan Batak yang kita kenal bukan hanya satu suku saja, ada beberapa kebudayaan Batak, seperti Batak Toba, Batak Simalungun dan juga Batak Karo.

Kebudayaan Batak memang memiliki banyak tradisi sejarah yang telah ada sejak jaman nenek moyang dan masih dilestarikan hingga saat ini. Tidak hanya pada momen-momen tertentu saja, budaya ini dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, suku Batak memiliki beberapa budaya yang tidak dipahami oleh banyak orang.

Fakta Tentang Suku Batak

suku batak

Ada beberapa fakta unik mengenai suku batak yaitu:

Cicak Sebagai Simbol Hidup

Ada begitu banyak gambar Cicak pada pilar rumah atau pada dinding bangunan di kawasan wisata Danau Toba. Tahukah Anda apa arti gambar cicak bagi kehidupan masyarakat Batak? Cicak adalah salah satu hewan yang luar biasa. Cicak dapat berjalan di permukaan datar, memanjat, dan turun ke permukaan terbalik (seperti di langit-langit rumah) tanpa kesulitan.

Arti Marga yang Sangat Penting

Suku Batak terikat dengan Marga, sebagai bukti bahwa kebudayaan Batak menganut garis keturunan dari pihak ayah dan mewarisi garis keturunan dari bapaknya. Di mana pun mereka berada, baik di Bona Pasogit (lokal) maupun di luar negeri, ketika bertemu dan tidak saling mengenal pasti akan saling bertanya tentang marga masing-masing. Marga menentukan posisinya di kebudayaan batak. Dengan Marga atau Clan, mereka bisa melacak kekerabatan mereka.

Ulos Merupakan Batiknya Orang Batak

Jika di Jawa seperti Yogyakarta, Semarang, Pekalongan dan daerah lainnya, batik menjadi salah satu kain tradisional dan menjadi komoditas untuk dijual kepada orang lain, maka ulos (Bahasa Batak) adalah¬† “selimut”. Ini memiliki arti yang lebih dalam.

Menikah dengan Pariban

Pariban adalah seorang pria atau wanita dengan sepupu. Laki-laki atau anak perempuan, pada saudara dari ayah perempuan. Pria Batak Toba menikah dengan sepupunya yang merupakan anak dari saudara laki-laki ayahnya. Memimpikan keponakan akan membuat hubungan intim antar anggota keluarga semakin indah.

Tuhor dalam Pernikahan Suku Batak Toba

Dalam pernikahan Batak, pengantin pria perlu menyiapkan Tuhor, yaitu sejumlah uang untuk mempelai wanita, yang dapat digunakan untuk membeli persiapan pengantin dan menata pesta pernikahan. Jumlah kapur barus akan tergantung pada status sosial wanita tersebut, termasuk tingkat pendidikannya.

Tidak Boleh Menikah dengan Semarga

Orang Batak tidak boleh menikah dengan pasangan satu marga, ini tahta. Bagi masyarakat Batak, menikah dengan marga yang sama merupakan hal yang sangat memalukan dan dihina. Bukan hanya dirinya, bahkan orang tua, saudara dan kerabatnya pun akan malu atas pelanggaran tersebut. Inilah salah satu alasan orang Batak harus bertanya kepada marga setiap kali bertemu. Dalam masyarakat Batak, marga memiliki keluarga, meskipun marga berbeda tetapi keluarganya sama, tetapi perkawinan tetap dilarang.

Konsep Rumah Suku Batak

Rumah Batak asli terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian bawah, tengah dan juga atas. Bagian bawah adalah tanah tempat mereka memelihara ternak, bagian tengah tempat mereka tidur, makan dan istirahat, dan bagian atas tempat mereka menyimpan makanan. Uniknya, pintu rumah suku Batak sudah diturunkan, sehingga setiap orang yang masuk harus membungkuk untuk menghormati pemiliknya.

Sejarah Suku Batak

suku batak

 

Banyak versi menyebutkan asal usul orang Batak. Beberapa orang mengatakan bahwa Batak berasal dari Thailand dan merupakan keturunan dari orang Melayu primitif. Suku ini merupakan suku bangsa yang hidup di perbatasan Burma, Siam atau Thailand. Selama ribuan tahun, orang Batak juga hidup bersama keturunan Melayu primitif lainnya, seperti Toraha, Bontok, Ranau, Karen, Igorot, Umeå, Tayal dan juga wajo.

Orang Melayu primitif pernah dijajah oleh bangsa Mongol. Kemudian mereka menyebar ke berbagai daerah dan negara. Misalnya Toraja mendarat di Sulawesi, Tayal ke Taiwan, dan Ranau mendarat di Sumatera Barat. Kebudayaan Batak mendarat di pantai barat Sumatera. Kebudayaan Batak terpecah menjadi beberapa gelombang di sana. Gelombang pertama berlayar dan mendarat di pulau simulasi, Nias, Batu, Mintawai, Siberut, dan tiba di Ngano di Sumatera.

Dikenalnya Suku Batak di Nusantara

Suku Batak merupakan gabungan dari beberapa suku yang ada di Sumatera Utara Identitas masyarakat asli setempat adalah kebudayaan batak, baru diketahui pada tahun 1926, yaitu setelah terbentuknya organisasi dengan nama Jong Batak.

Organisasi tersebut adalah sekelompok anak muda dari Toba, Caro, Cimalungon, Mandaling, Angkola dan juga Pakpak. Pendirian Jong Batak tidak membedakan agama mereka.

Sebelumnya, tidak ada kesatuan suku di Sumatera Utara. Hingga abad ke-19, hubungan antara satu sama lain lebih banyak tentang hubungan antar individu, dan ada juga hubungan antar desa dan kerabat.

Komunitas tidak perlu terikat dengan kelompok yang lebih besar. Banyak orang percaya bahwa pendudukan kolonial di pulau-pulau itulah yang membuat masyarakat Sumatera Utara merasa bersatu dan merindukan persatuan.

Oleh karena itu, mengherankan jika suku Batak saat ini dikenal sebagai negara-bangsa yang sangat kuat dan memiliki kedekatan satu sama lain.

Kepercayaan Suku Batak

Saat ini, sebagian besar suku Batak mendukung agama Kristen Protestan. Namun, dahulu kala masyarakat Batak menganut sistem kepercayaan tradisional. Mereka memiliki dewa yang dianggap tertinggi, bernama Mulajadi Na Bolong.

Dari kepercayaan tersebut dapat diturunkan tiga konsep yaitu:

1. Tendi

Tendi atau Tondi adalah roh atau jiwa seseorang, yang berarti kekuatan. Tendi menambah kekuatan bagi umat manusia dan telah dimiliki oleh satu orang dari rahim ibu. Jika Tendi meninggalkan tubuh seseorang, orang itu akan mati. Yakni upacara penjemputan Tendi atau upacara penjemputan jiwa tradisional yang harus diadakan.

2. Sahala

Sahala adalah salah satu bentuk kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, tetapi tidak semua orang dapat memiliki sahala. Bahasa Sahar juga disebut Sumanta. Sumanta adalah keajaiban yang biasanya dimiliki raja.

3. Begu

Begu adalah jiwa orang mati. Orang Batak percaya bahwa Begu memiliki perilaku dan kebiasaan mirip manusia, tetapi hanya muncul pada malam hari.

Umpasa dan Umpama dalam Suku Batak

Suku Batak juga dikenal dengan banyak ekspresi dan ajaran dalam kehidupannya. Di Batak disebut Umpasa yang artinya Pantun dan Umpama yang merupakan dongeng.

Umpasa dan Umpama biasanya menggema dalam ritual adat. Namun di luar itu, makna Umpasa dan Umpama harus tetap eksis dan menjadi pedoman hidup masyarakat itu sendiri.

Tradisi Suku Batak

suku batak

Suku Batak memiliki banyak tradisi yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Tradisi budaya Batak yang dilestarikan saat ini antara lain:

1. Merantau

Tidak hanya menjadi kebiasaan masyarakat Minangkabau, kebudayaan batak juga mempraktekkan tradisi migrasi. Migrasi biasanya dilakukan oleh pria yang akan beranjak dewasa.

Laki-laki harus meninggalkan tempat asalnya dan belajar bekerja serta hidup mandiri di tempat baru. Bahkan di masa lalu, mereka tidak diizinkan pulang sampai mereka berhasil dan mengumpulkan banyak harta.

2. Kenduri Laut

Seperti namanya, tradisi ini dilakukan di tepian laut. Biasanya setiap tahun di bulan Oktober. Arti dari Kenduri tersebut adalah rasa syukur yang mereka peroleh selama setahun terakhir. Kenduri ini biasanya dilakukan pada malam hari oleh masyarakat Batak di daerah Tapali Tengah pada malam hingga siang hari.

Kebudayaan Suku Batak

Tinggalkan komentar