Perbedaan Sel Hewan dan Sel tumbuhan

Satuan terkecil dari struktur organisme adalah sel. Kata “sel” berasal dari Bahasa Yunani yang artinya ruang kecil.

Dalam Bahasa Indonesia, “sel” bisa juga berarti kamar penjara, dan karena asal namanya itulah kamar penjara biasanya kecil dan sempit.

Namun kali ini, “sel” yang akan dibahas adalah sel dalam konteks biologi.

Seperti asal namanya, sel makhluk hidup berukuran sangat kecil dan mikroskopis. Sel makhluk hidup satu dengan yang lainnya tentu saja berbeda-beda.

Bahkan, satu organisme dapat memiliki sel dengan beragam bentuk dan fungsi.

Ada pula makhluk hidup yang hanya terdiri dari satu sel. Dalam topik kali ini, sel yang akan dibahas adalah sel hewan dan sel tumbuhan.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

sel hewan

Satu hal penting yang membedakan antara tumbuhan dan hewan yaitu bahwa hewan tidak bisa berfotosintesis.

Jadi tentu bisa ditebak bahwa salah satu perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah tidak adanya plastid yang mengandung kloroplas dan klorofil pada sel hewan.

Kloroplas adalah bagian penting dalam sel tumbuhan yang bertanggung jawab atas proses fotosintesis. Uniknya, plastid adalah salah satu organel sel yang juga memiliki DNA selain nukleus.

Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan yang lainnya adalah tidak adanya dinding sel pada sel hewan. Dinding sel ini menyangga tumbuh tumbuhan dan menjadikannya memiliki fisik yang kaku.

Absennya dinding sel pada sel hewan menjadikan sel hewan memiliki bentuk yang lebih fleksibel daripada sel tumbuhan. Pada tumbuhan berkayu, dinding sel inilah yang akan tersisa paling akhir pada tumbuhan yang mati.

Sebetulnya sel tumbuhan dan sel hewan sama-sama memiliki vakuola. Bedanya, vakuola pada sel tumbuhan umumnya tunggal dan berukuran besar, sedangkan vakuola pada sel hewan berukuran kecil dan berjumlah banyak serta tersebar di banyak tempat dalam sel.

Apa Saja Bagian-bagian Dari Sel Tumbuhan?

gambar sel hewan dan sel tumbuhan

Di dalam sel terdapat banyak organel (organ dalam sel) yang berfungsi untuk menjalankan aktivitas dalam sel sehingga sel dapat tetap hidup.

Berikut akan dibahas masing-masing organel yang ada di dalam sel tumbuhan beserta fungsinya:

  1. Dinding sel

Salah satu hal yang membedakan sel tumbuhan dengan sel hewan adalah adanya dinding sel. Sel hewan tidak memiliki dinding sel.

Dinding sel pada sel tumbuhan merupakan lapisan terluar sel yang keras, dan terbentuk dari komponen-komponen dinding sel, yaitu selulosa, hemiselulosa, lignin, pektin, dan glikoprotein.

Fungsi utama dinding sel pada sel tumbuhan adalah untuk melindungi bagian dalam sel, memberi bentuk pada sel, dan menyokong tubuh tumbuhan.

Karena itulah, secara umum tumbuhan memiliki fisik yang keras. Dinding sel juga berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari berbagai tekanan mekanis, seperti pertumbuhan yang melawan gaya gravitasi.

Selain itu dinding sel juga bekerja dengan mengatur zat-zat yang keluar-masuk sel. Ketika sel tumbuhan mati, sebagian besar organelnya akan menghilang, tapi tidak dengan dinding sel.

  1. Membran sel

Lapisan kedua setelah dinding sel ada organel yang disebut dengan membran sel. Membran sel merupakan lapisan semi-permeabel yang terbentuk dari komponen protein dan lemak.

Membran sel memiliki fungsi yang hampir sama dengan dinding sel. Perbedaannya, membran sel menyaring zat-zat tertentu yang bisa masuk dalam sel.

Misalnya, membran sel akan menolak racun masuk ke dalam sel tapi akan memperbolehkan air dan makanan masuk ke dalam sel.

  1. Nukleus

Bagian vital dari suatu sel eukaryotik adalah nukleus (inti sel).

Nukleus adalah organel sel bermembran yang memiliki fungsi utama menyimpan DNA atau informasi genetik yang penting dalam pembelahan sel, pertumbuhan, dan metabolisme.

Nukleus tersusun atas nukleolus dan nucleopore. Nukleolus berfungsi untuk memproduksi protein sel dan ribosom, sedangkan nuclepore merupakan lubang-lubang pada membran nukleus sebagai jalan keluar-masuk protein dan asam nukleat.

  1. Plastid

Salah satu bagian unik dari sel tumbuhan adalah plastid. Plastid merupakan organel bermembran yang memiliki DNA-nya sendiri.

Plastid berperan untuk menyimpan carangan makanan seperti pati, dan yang paling penting adalah menjalankan proses fotosintesis. Jadi, plastid seringkali banyak terdapat pada sel parenkim pada daun.

Selain itu, plastid juga berfungsi untuk menyintesis berbagai macam molekul pembentuk sel.

Ada beberapa tipe plastid yang memiliki peran khusus, di antaranya adalah leukoplas, kloroplas, dan kromoplas.

Leukoplas adalah tipe plastid yang umumnya terdapat pada jaringan tumbuhan yang tidak berfotosintesis, misalnya akar.

Leukoplas berfungsi untuk menyimpan cadangan protein, lipid, dan pati.

Kloroplas adalah tipe plastid yang paling penting, karena mengandung pigmen hijau klorofil yang berfungsi untuk fotosintesis. Kloroplas berbentuk bulat memanjang dan dilapisi oleh membran fosfolipid.

Di dalamnya terdapat tilakoid berbentuk disk yang mengandung klorofil, serta cairan yang mengandung DNA yang disebut stroma.

Kromoplas adalah plastid berwarna yang heterogen, dan bertanggung jawab dalam sintesis pigmen dan tempat penyimpanan hasil fotosintesis.

Warna kromoplas yang bermacam-macam memberi warna pada buah dan bunga pada tumbuhan.

  1. Mitokondria

Mitokondria sering disebut sebagai “The Powerhouse of The Cell” karena memang fungsinya yang sangat penting.

Mitokondria adalah organel dengan dua lapis membran yang terdapat dalam sel tumbuhan.

Mitokondria bertugas untuk memecah karbohidrat dan molekul gula dan menyediakan energi bagi metabolisme sel. Di sel hewan dan tumbuhan, dalam mitokondria ternyata juga terdapat DNA.

  1. Organel sel tumbuhan dengan fungsi metabolisme

Cairan dalam sel disebut dengan sitoplasma, dan sitoplasma ini mengisi ruang seluruh bagian dalam sel serta menyelimuti organel sel.

Ada suatu ruang kosong dalam sel yang dibatasi membran yang disebut dengan vakuola.

Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan garam, enzim, dan zat-zat sel lainnya, vakuola memiliki fungsi utama untuk menjaga tekanan turgiditas dalam sel.

Untuk tranportasi zat dalam sel, sel memiliki organel yang disebut dengan apparatus Golgi.

Organel ini dapat ditemukan di seluruh sel eukaryotik dan berfungsi dalam transportasi zat-zat hasil sintesis makromolekul dan menyebarkannya ke seluruh bagian dalam sel.

Sel juga memiliki organel yang berperan dalam pembuangan zat-zat tak berguna, disebut lisosom.

Lisosom berfungsi untuk membuang zat-zat sudah tidak dibutuhkan lagi dalam sel dengan mencerna organel yang rusak, membuang racun, dan zat asing lain karena memiliki enzim khusus.

Organel bermembran terkecil yang ada dalam sel tumbuhan adalah ribosom.

Ribosom terdiri dari RNA dan protein dan berfungsi sebagai tempat untuk menyintesis protein, sehingga seringkali disebut sebagai “Pabrik Protein dalam Sel”.

Apa itu sel tumbuhan?

sel tumbuhan
wikipedia.org

Sel tumbuhan adalah sel eukaryotik yang berisi nukleus (inti sel) dan berbagai macam organel yang menjalankan fungsinya masing-masing.

Sel tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi yang bermacam-macam. Semakin dewasa sel pada tumbuhan tingkat tinggi, maka sel juga akan memiliki fungsi yang lebih spesifik agar tumbuhan dapat bertahan hidup.

Sel tumbuhan dengan fungsi khusus terdiri dari sel parenkim, sel sklerenkim, sel kolenkim, sel xylem, dan sel floem.

1. Sel kolenkim

adalah sel yang kaku dan keras yang berfungsi sebagai penunjang tubuh tumbuhan. Sel ini terdapat di seluruh bagian tubuh tumbuhan yang sedang tumbuh.

Sedangkan sel sklerenkim adalah sel yang bahkan lebih keras daripada sel kolenkim. Sel ini juga berfungsi sebagai penyokong tubuh tumbuhan dan banyak terdapat di bagian akar.

2. Sel parenkim

adalah sel yang memiliki peran paling penting dalam tubuh tumbuhan. Sel ini adalah sel hidup yang umumnya terdapat pada daun.

Peran penting sel ini yaitu bertanggung jawab atas pertukaran gas, produksi makanan, penyimpanan zat-zat organik, dan metabolisme sel. Secara fisik sel ini paling fleksibel karena tipis.

3. Sel xylem

dan sel floem merupakan sel vaskular, yang artinya berfungsi sebagai transportasi zat dalam tumbuhan. Perbedaan keduanya adalah jenis zat yang ditransportasi dan tujuan organnya.

Sel xylem berfungsi dalam transportasi air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan, sedangkan sel floem berfungsi dalam transportasi makanan dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Hal penting yang bisa disimpulkan dari pembahasan mengenai sel hewan dan sel tumbuhan adalah bahwa sel telah diciptakan sedemikian rupa dengan fungsi dan perannya masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup suatu tumbuhan.

Sel adalah satuan organisme yang sangat luar biasa karena ia menyusun tubuh suatu organisme secara utuh. Dengan mengetahui cara kerja sel, diharapkan kita akan mengetahui manfaat dan cara kerja semesta.

Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Tinggalkan komentar