Rantai Makanan

4 min read

jaring jaring makanan

Rantai Makanan – Ekosistem terdiri dari berbagai organisme yang saling mempengaruhi baik secara positif maupun negatif. Ilmu yang mempelajari kehidupan organisme dalam ekosistem disebut sebagai ekologi.

Pengertian Rantai Makanan

pengertian rantai makanan
youtube.com

Dalam ekologi, rantai makanan adalah urutan transfer energi dalam bentuk makanan dari satu organisme ke organisme lain. Rantai makanan bermula dari tumbuhan (disebut sebagai produser primer), dan diikuti oleh hewan yang memakan tumbuhan (herbivora), kemudian hewan yang memakan herbivora, dan seterusnya.

Secara umum, rantai makanan menggambarkan siapa memakan siapa di kehidupan liar. Semua organisme hidup mulai dari alga bersel satu sampai paus biru raksasa membutuhkan makanan untuk hidup. Setiap rantai makanan adalah jalan yang dilalui energi dan nutrisi dalam suatu ekosistem.

Rantai makanan yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan membentuk jaring-jaring makanan (food web). Berikut adalah variabel-variabel yang terdapat dalam rantai makanan:

Variabel-variabel dalam Rantai Makanan

  1. Sumber makanan primer

Tanaman mengubah energi sinar matahari menjadi makanan melalui fotosintesis, sehingga disebut sebagai sumber makanan primer.

  1. Rantai predator

Dalam rantai predator, hewan pemakan tumbuhan dimakan oleh hewan pemakan daging.

  1. Rantai parasit

Dalam rantai parasit, organisme yang lebih kecil memakan sebagian kecil tumbuh hewan yang lebih besar, dan bisa jadi parasit itu juga diparasit oleh organisme yang jauh lebih kecil.

  1. Rantai saprofit

Dalam rantai saprofit, organisme hidup pada organisme yang sudah mati atau bahan organik tanah.

Tingkat Trofik

Organisme dalam rantai makanan dikelompokkan dalam kategori yang disebut dengan tingkat trofik. Oleh karena energi dalam bentuk panas semakin berkurang dalam setiap tingkatan trofiknya, rantai makan biasanya terdiri tidak lebih dari empat atau lima tingkat trofik.

Secara umum, tingkatan trofik ini digolongkan ke dalam produser (trofik tingkat pertama), konsumer (trofik tingkat kedua, ketiga, dan seterusnya), dan dekomposer. Jika rantai ini cukup pendek, jumlah total energi yang tersedia untuk konsumer akhir menjadi lebih tinggi.

  1. Produser

Produser, atau yang seringkali disebut dengan organisme autotrof, berarti organisme yang membuat makanannya sendiri. Organisme tersebut adalah tingkat pertama dari setiap rantai makan.

Organisme autotrof biasanya adalah tumbuhan dan organisme bersel satu. Hampir seluruh organisme autotrof menggunakan proses fotosintesis untuk memproduksi “makanan” (nutrisi yang disebut glukosa) dari sinar matahari, karbon dioksida, dan air.

Tumbuhan adalah jenis organisme autotrof yang sangat umum, tapi ada banyak macam organisme autotrof yang lain. Misalnya alga, yang dalam bentuk yang lebih besar disebut dengan rumput laut, adalah organisme autotrof.

Fitoplankton, organisme sangat kecil yang hidup di laut, juga adalah organisme autotrof. Beberapa jenis bakteri juga autotrof, misalnya bakteri yang hidup di kawah gunung berapi, menggunakan komponen belerang untuk memproduksi makanannya sendiri. Hal ini disebut dengan kemosintesis.

  1. Konsumer

Organisme pada trofik tingkat kedua terdiri dari organisme yang memakan produser. Organisme ini disebut dengan konsumer primer, atau herbivora. Rusa, penyu, dan sebagian besar jenis burung adalah herbivora.

Konsumer sekunder memakan herbivora. Konsumer tersier memakan konsumer sekunder. Ada banyak tingkat konsumer sebelum rantai rantai ini akhirnya mencapai predator puncak. Predator puncak memakan konsumer yang lainnya.

Konsumer bisa berupa karnivora (hewan yang memakan hewan lainnya), atau onmivora (hewan yang memakan tumbuhan dan hewan lainnya). Omnivore, seperti manusia, memakan berbagai macam jenis makanan.

Manusia memakan tanaman seperti sayuran dan buah-buahan. Manusia juga memakan daging, susu, dan telur. Selain itu, manusia juga memakan jamur dan alga atau rumput laut dalam bentuk nori.

  1. Dekomposer

Dekomposer atau detritivor adalah organisme yang terdapat di bagian akhir dari rantai makanan. Detritivor adalah organisme yang memakan tumbuhan atau hewan yang mati. Misalnya scavenger (hewan pemakan bangkai dan pemulung) seperti burung pemakan bangkai memakan hewan yang sudah mati. Kumbang kotoran memakan kotoran hewan lain.

Dekomposer seperti jamur dan bakteri menyempurnakan rantai makan ini dengan mengubah sampah organik, seperti tanaman mati, menjadi bahan anorganik, seperti humus yang menyuburkan tanah.

Dekomposer menyempurnakan rantai makanan dan siklus kehidupan, dengan mengembalikan nutrisi ke dalam tanah atau lautan dan digunakan kembali oleh organisme autotrof. Kemudian rantai makanan akan berulang kembali.

Rantai Makanan dalam Ekosistem

rantai makanan dalam ekosistem
google.com

Habitat dan ekosistem yang berbeda memberikan berbagai jenis kemungkinan rantai makanan yang menyusun jaring-jaring makanan. Berikut adalah beberapa macam rantai rantai dalam ekosistem:

  1. Rantai Makanan di Laut

Dalam salah satu rantai makanan di laut, organisme bersel satu seperti fitoplankton memproduksi makanan yang kemudian dimakan oleh udang-udang kecil yang disebut dengan krill.

Krill kemudian menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan dari tingkat trofik yang lebih tinggi seperti paus biru. Krill juga bisa dimakan oleh ikan berukuran kecil yang kemudian dimakan oleh hiu.

Dalam hal ini, fitoplankton adalah produser dan krill adalah konsumer primer. Ikan kecil adalah konsumer sekunder. Sedangkan hiu adalah predator puncak. Paus biru bisa berupa konsumer sekunder dan predator puncak.

Ketika predator puncak mati, tubuhnya akan diuraikan oleh berbagai organisme laut seperti udang, kepiting, berbagai jenis moluska, hingga bakteri sebagai decomposer dan detritivore (bakteri). Bahan organic dan anorganik laut ini kemudian diolah kembali menjadi makanan oleh fitoplankton.

  1. Rantai Makanan di Padang Rumput

Pada ekosistem padang rumput, salah satu rantai makanan dapat berupa belalang memakan rumput. Belalang kemudian dimakan oleh tikus, yang kemudian dimakan oleh ular. Ular kemudian dimangsa oleh predator puncak seperti alap-alap.

Dalam rantai makanan ini, rumput adalah produser. Belalang adalah konsumer primer, yang kemudian dimakan oleh tikus yang merupakan consumer sekunder. Tikus dimakan oleh ular yang merupakan consumer tersier. Ular dimangsa oleh alap-alap yang merupakan predator puncak.

Bangkai predator puncak dan berbagai organisme lain akan diuraikan oleh jamur dan belatung sebagai decomposer. Bakteri tanah sebagai detritivore mengubah bahan organic menjadi anorganik yang kemudian diolah menjadi makanan kembali oleh produser, yaitu rumput.

  1. Rantai Makanan di Kolam

Dalam sebuah kolam, salah satu rantai makan dapat bermula dari alga. Larva nyamuk memakan alga tersebut, dan kemudian larva capung lebih mesar memakan larva nyamuk. Larva capung menjadi sumber makanan ikan, yang kemudian dimangsa oleh rakun.

Produser dalam rantai makanan di kolam adalah alga. Kemudian, larva nyamuk menjadi consumer primer. Larva nyamuk yang dimangsa oleh larva capung yang menjadi consumer sekunder. Ikan adalah consumer tersier yang memakan larva capung. Kemudian ikan dimangsa oleh rakun yang menjadi predator puncak.

Berbagai organisme yang mati akan dimakan oleh belatung atau decomposer lain dan bangkainya akan terurai menjadi bahan-bahan organic alam yang lebih kecil. Bakteri dan organisme tanah mengubah bahan-bahan ini menjadi nutrisi tanah yang dikonsumsi oleh produser dalam ekosistem.

Tumbuhan Karnivora

Tumbuhan Karnivora
merdeka.com

Sebagian besar tanaman di bumi mengambil energi dari sinar matahari dan nutrisi dalam tanah untuk memprosesnya dalam proses fotosintesis. Beberapa tumbuhan, ternyata mengambil nutrisi dari hewan.

Beberapa tumbuhan karnivora ini antara lain yaitu kantong semar, penjebak-lalat venus, dan tumbuhan kandung kemih (bladderworts).

Tumbuhan kandung kemih adalah tumbuhan air yang hidup di daerah empat musim dan dingin di utara, dengan kantung air kecil yang menjaga tumbuhan tetap mengambang dan menjebak hewan kecil yang digunakanannya sebagai sumber nutrisi.

Tumbuhan-tumbuhan ini menarik dan menjebak mangsanya (umumnya serangga) dan memecahnya dengan enzim pencernaan untuk diambil nutrisinya.

“Rantai” Dalam Rantai Makanan

Beberapa organisme mengkonsumsi nutrisi dari berbagai jenis sumber makanan. Berikut di antaranya:

Xylofagus: adalah organisme pemakan kayu, misalnya rayap dan kumbang kulit kayu.

Korofagus: adalah organisme pemakan kotoran (feses) hewan lain, misalnya lalat dan kumbang kotoran.

Geofagus: adalah organisme pemakan tanah dan lumpur, misalnya burung kakaktua dan burung beo.

Palynivore: adalah organisme pemakan serbuk bunga, misalnya lebah madu dan kupu-kupu.

Lepidofagus: adalah ikan pemakan sisik ikan lain tapi tidak memakan tubuhnya, misalnya ikan piranha dan ikan lele.

Mukofagus: adalah organisme pemakan liur organisme lain, misalnya organisme kecil yang hidup di insang ikan.

Hal penting yang bisa disimpulkan dari pembahasan mengenai rantai makan. Dan  gabungan dari banyak rantai makanan disebut juga sebagai jaring makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *