Ragam Hias Fauna

3 min read

ragam hias fauna

Ragam hias fauna adalah gambar dasar berbentuk hewan, tumbuhan, atau garis yang biasanya akan diulang-ulang untuk membuat sebuah kerajinan memiliki nilai lebih.

Pada dasarnya, kerajinan yang dapat dibuat dengan ragam hias flora maupun fauna tidak hanya sebatas pada kerajinan batik, tetapi juga dapat berupa ukiran, tenun, maupun pahatan di kayu dan batu.

Sebelum mempelajari ragam hias yang khusus menggunakan fauna tertentu sebagai pola dasar, Anda perlu memahami seni ragam hias dan bagaimana teknik penggambarannya untuk ragam hias.

Jenis Motif Ragam Hias Fauna

Jenis Motif Ragam Hias Fauna

Sampai saat ini, ragam hias yang bisa ditemukan di tengah masyarakat adalah perwujudan ciri khas budaya maupun sejarah yang berkaitan dengan wilayah tertentu.

Perwujudan ragam hias dalam beragam bentuk membuat masyarakat bisa mempelajari sejarah sekaligus budaya secara turun temurun.

Motif ragam hias yang bisa Anda temukan dengan mudah ditengah masyarakat, antara lain:

  • Ragam hias flora

Sesuai dengan namanya ragam hias flora menggunakan tumbuhan sebagai obyek utama pembuatan motif pola. Perpaduan warna yang akan diterapkan pada pola ragam hias flora ini umumnya didasarkan pada media dasar pembuatan pola.

Bagian tumbuhan yang akan dijadikan pola ragam hias, bisa meliputi akar, batang, buah, biji, hingga daun.

  • Ragam hias fauna

Untuk ragam hias ini tentunya menggunakan beragam jenis hewan sebagai sumber ide gambar pola. Namun demikian, pemilihan hewan yang akan digunakan sebagai pola dasar umumnya tidak akan sembarangan dan disesuaikan dengan budaya atau ciri khas area tertentu.

Misalnya saja area Bali, NTB, Sulawesi, dan Kalimantan yang menggunakan ragam hias seperti hewan ayam, burung Cendrawasih, dan ikan.

  • Ragam hias geometris

Motif yang disebut sebagai ragam hias geometris adalah motif yang umumnya menggunakan pola dasar bentuk layang-layang, segi tiga, segi empat, segi lima, atau lingkaran. Garis-garis dalam bentuk tersebut diulang-ulang hingga membentuk gambar geometris. Umumnya Anda bisa menemukan ragam hias geometris di wilayah Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

  • Ragam hias poligonal

Untuk ragam hias poligonal umumnya memiliki sifat yang bisa ditebak dari garis batas luar atau yang biasa disebut sebagai convex poligon.

Bila garis luar menonjol ke arah luar maka bentuknya akan terlihat gemuk. Sedangkan jika garis luarnya melengkung kearah dalam maka motif yang terbentuk baru bisa disebut sebagai convex poligon.

Ragam hias poligon ini juga bisa dipilih apabila Anda ingin menciptakan karya seni yang menimbulkan efek dua atau tiga dimensi.

Gambar polygon umumnya menggunakan wujud dasar segi empat, segi lima, segi enam, hingga segi delapan.

  • Ragam hias figuratif

Untuk ragam hias figuratif, motif pola dasar yang akan dilukis atau digambar umumnya terinspirasi pada figur manusia yang memiliki nilai sejarah khusus atau berkaitan dengan adat istiadat wilayah tertentu.

Ragam hias yang satu ini bisa ditemukan di area Bali seperti pada patung Garuda Wisnu Kencana maupun obyek lain seperti kayu dan batu.

Jenis Hewan Untuk Ragam Hias dan Maknanya

Jenis Hewan Untuk Ragam Hias dan Maknanya

  • Kupu-kupu

Jika Anda menyukai ragam hias dengan motif hewan, tentu tidak merasa asing dengan motif hewan kupu-kupu.

Dari segi spiritual, kupu-kupu memiliki makna positif, mengingat kupu-kupu merupakan simbol keindahan dan keindahan dalam hidup.

Jika diterapkan pada batik misalnya, kupu-kupu akan digambarkan dengan tambahan motif bunga, ceplok, atau semen.

  • Cendrawasih

Berbeda dengan kupu-kupu, adapula seniman yang menggunakan ragam hias ini berbentuk burung cendrawasih. Ragam hias dengan motif burung cendrawasih ini memiliki arti ketajaman dan kejujuran.

Pada daerah tertentu di Indonesia, burung Cendrawasih menggambarkan kekayaan fauna yang mendiami hutan di daerah tersebut.

Ornamen burung cendrawasih umumnya saat dilukis diatas kain akan dilengkapi dengan motif bunga.

  • Naga

Hewan naga seringkali digambarkan sebagai hewan dengan bentuk kepala raksasa dengan mahkota terkadang bersayap dengan kaki yang bercakar.

Hewan naga ini merupakan hewan mitologi yang melambangkan kekuatan dan kemakmuran. Hewan naga dianggap sebagai penjaga keluarga maupun barang yang memiliki nilai tinggi.

  • Merak

Burung merak umumnya digambar dengan bunga maupun dahan pohon. Burung merak ini memiliki makna kekuatan, keindahan, dan keunggulan.

Umumnya digambar dengan motif dasar warna putih maupun warna cerah lainnya.

  • Ikan

Hewan ikan yang digambar dengan warna cerah dan pola garis simetris memiliki makna kemakmuran dan kesehatan.

Gambar ikan yang dituangkan dalam kain atau pahatan kayu atau ornament lain umumnya dilengkapi dengan pola gambar ombak.

  • Hewan berkaki empat

Gambar hewan berkaki empat, seperti gajah, lembu, harimau, singa, dan kijang umumnya disesuaikan dengan tema media yang akan dilukis.

Masing-masing hewan yang digambar polanya memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan alam. Umumnya gambar hias hewan akan dipadukan dengan motif dan warna kayu.

Teknis Pembuatan Gambar Hias

 ragam hias fauna

Ketika Anda ingin membuat ragam hias ini yang menarik, Anda juga perlu mempelajari teknis pembuatan gambar hias yang terdiri dari:

  1. Menentukan terlebih dahulu jenis fauna yang akan dibuat pola dasarnya disesuaikan dengan media yang akan digunakan dalam mewujudkan gambar hias, seperti kain, kertas, kayu, atau media lainnya.
  2. Membuat pola gambar ragam hias yang disesuaikan juga pola garis dan tingkat ketebalannya.
  3. Proses paling terakhir adalah memberi warna pada gambar ragam hias dan melakukan proses finishing agar gambar yang didapatkan terlihat sempurna.

Namun demikian, teknis pembuatan pada gambar hias ini umumnya akan dilengkapi dengan pola lain yang diperlukan selama proses finishing atau penyelesaian pola. Sampai saat ini, pola gambar garis yang biasa digunakan untuk melengkapi ragam hias gambar fauna, yaitu:

  • Pola menyusut

Pola menyusut menitikberatkan pada gabungan garis yang digunakan untuk memperjelas motif gambar hewan yang dituangkan pada media dan hasil akhir dari pola ini akan membuat gambar hewan yang dibuat terlihat lebih manis dan unik.

  • Pola tepian

Pola yang satu ini mengulang bentuk yang sudah dituangkan sebelumnya dengan perpaduan garis kasar dan halus. Pola ini akan membuat gambar yang terlihat lebih bervariasi dan tajam. Pola tepian ini bisa berupa bentuk bangun ruang.

  • Pola tidak beraturan

Pola tidak beraturan umumnya menggunakan beberapa jenis motif yang bisa digunakan dalam satu media dan bisa melengkapi gambar hewan utama yang dituangkan dalam media. Misalnya saja gambar utama yang ingin dituangkan berupa gambar burung yang kemudian dilengkapi dengan gambar motif daun, batang tumbuhan, atau awan.

  • Pola simetris

Pola ini umumnya memberikan susunan motif yang membuat komposisi tidak seimbang menjadi lebih seimbang dan tersusun sama di setiap bagian dan susunannya.

  • Pola asimetris

Sebagai kebalikan dari pola simetris, pola asimetris mengedepankan komposisi garis yang tidak seimbang menjadi garis yang menunjang gambar utama hewan yang ingin ditonjolkan.

Dengan memahami beragam teknik tentang ragam hias diatas, Anda bisa menentukan ragam hias fauna yang ingin dipakai untuk karya seni pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *