Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno yang meningkat di Jawa Tengah yaitu salah satu kerajaan terbanyak di Nusantara. Kebesarannya dibuktikan dengan bermacam candi yang berdiri sampai saat ini. Kalian mungkin telah ketahui kemahsyuran Candi Borobudur yang sempat masuk selaku keajaiban dunia.

Gimana dengan yang yang lain? Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh 2 wangsa yaitu wangsa Sanjaya serta wangsa Syailendra. Keduanya menciptakan bermacam candi. Ada yang bermotif Hindu, dan ada yang bermotif Buddha.

Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

kerajaan mataram kuno

Kerajaan ini pula dikenal mempunyai Prasasti Canggal yang sebagai salah satu data sejarahnya. Prasasti Canggal ditulis dengan mengenakan huruf Pallawa serta bahasa Sansekerta. Prasasti ini juga mengatakan mengenai pendirian sebuah lingga di Bukit Sthirangga oleh Raja Sanjaya pada tahun 654 Meter.

Terus apa sih maksudnya lingga? Lingga yaitu lambang dari pendirian kerajaan sebagai resmi melalui upacara kehormatan yang dipandu oleh Brahmana. Dalam prasasti Canggal disebutkan Jawadwipa yang kaya mulanya diperintah oleh Raja Sanna yang setelah itu digantikan dengan Raja Sanjaya yang sukses menciptakan kesentosaan untuk rakyatnya.

Sebagai data, Mataram Kuno yang bermotif Hindu- Budha ini diperintah oleh 2 dinasti yang berlainan yakni Dinasti Sanjaya serta Dinasti Syailendra.

Sejarah kerajaan mataram kuno dapat diamati lewat pandangan sosial. Walaupun menemukan pengaruh dari India, pastinya pengaruh India dalam sistem stratifikasi sosial tidak diaplikasikan sepenuhnya.

Susunan warga di masa Mataram Kuno amat menumpang tindih. Misalnya saja, seseorang berkasta Brahmana bakal menduduki jabatan di birokrasi pemerintah pusah serta pedalaman sekaligus.

Menurut buku ilmu sejarah untuk Kategori XI oleh Nana Supriatna, Mataram Kuno terbawa- bawa oleh peradaban India. Akan tetapi para ahli sastra dari Mataram Kuno sukses mengganti karya India menjadi kesustraan Jawa semacam Mahabharata dan Ramayana yang sudah diubah kedalam bahasa Sansekerta maupun Jawa Kuno.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

kerajaan mataram kuno

 

Candi Borobudur

Candi Borobudur terdapat di dusun Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dikutip dari Ensiklopedia Peninggalan Mempunyai sejarah Indonesia( 2009), candi Borobudur merupakan candi Buddha yang mempunyai 1. 460 relief dan 504 stupa Buddha di kompleksnya.

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, generasi wangsa Syailendra. Berlandaskan Prasasti Kayumwungan, seorang bernama Hudaya Kandahjaya mengatakan Candi Borobudur berakhir dibangun pada 26 Mei 824, nyaris 100 tahun semenjak awal kali dibangun.

Candi Mendut

Candi Mendut berada sekitar 3 km ke arah timur dari Candi Borobudur. Candi Mendut pula merupakan candi Buddha yang dibangun di era wangsa Syailendra, oleh Raja Indra. Candi ini dibangun pada 824 Masehi, lebih dahulu dibandingkan Candi Borobudur.

Candi Pawon

Candi Pawon berada 1, 5 km ke arah barat dari Candi Mendut serta ke arah timur dari Candi Borobudur. Ketiga candi ini lurus sejajar semacam suatu kesatuan. Candi Pawon awal mulanya dikenakan sebagai tempat menaruh senjata oleh Raja Indra yang konon wujudnya serupa halilintar bernama vajranala.

Candi Sambisari

Candi Sambisari berada di Kalasan, Sleman. Lokasinya bersebelahan dengan Candi Prambanan. Patung yang ditemui adalah Durga, Agastya, dan Ganesha, menunjukkan candi ini beraliran Hindu. Candi ini diperkirkan dibentuk pada permulaan era ke- 9 Masehi oleh Rakai Garung dari dinasti Sanjaya.

Candi Prambanan

Permukiman Candi Prambanan ataupun Candi Roro Jonggrang merupakan candi bergaya Hindu. Candi ini dibangin kurang lebih abad ke- 9 oleh Rakai Pikatan setelah itu dilanjutkan Rakai Balitung dari dinasti Sanjaya. Candi- candi yang ada di lingkungan Candi Prambanan yaitu Siwa, Wishnu, Brahma, Nandi, Angsa, Garuda, Apit, Kelir, serta Sudut.

Candi Dieng

Permukiman Candi Dieng memuat candi- candi bergolongan Hindu. Candi Dieng diperkirakan dibangun antara akhir era ke- 8 hingga awal abad ke- 9.

Diambil dari blog Kemdikbud, candi ini diprediksi menggambarkan candi tertua di Jawa. Hingga disaat ini belum ditemui data tertulis mengenai ilmu sejarah Candi Dieng. Akan tetapi para pakar menduga jika kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja- raja dari Dinasti Sanjaya.

Di wilayah Dieng ini ditemui suatu prasasti berangka tahun 808 Meter, yang ialah prasasti tertua bertuliskan huruf Jawa kuno, yang sedang masih ada sampai saat ini.

Suatu Arca Siwa yang ditemui di wilayah ini sekarang tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Pembangunan Candi Dieng diperkirakan berjalan dalam 2 tahap.

Langkah awal yang berlangsung antara akhir era ke- 7 hingga dengan perempat pertama era ke- 8, meliputi pembangunan Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi serta Candi Gatotkaca. Langkah kedua berlangsung sampai sekitar tahun 780 Meter.

Cerita Mataram Kuno

kerajaan mataram kuno

Masa Awal

Masa awal mataram Kuno ialah kerajaan yang berdiri pada tahun 732 Masehi. Kerajaan ini berdiri di pedalaman Canggal( bagian barat Magelang). Pada dikala itu dibangun sebuah lingga( lambang Siwa) diatas sebuah bukir di wilayah Kunjarakunja yang didirkan oleh Raja Sanjaya.( Anton Dwi Laksono, 2018)

Masa Kejayaan

Masa kejayaan Mataram Kuno meraih punjak kemajuan pada era pemerintahan Raja Balitung( 898- 910 M). Pada waktu kekuasaannya, daerah- daerah di bagian timur Mataram berhasil ditaklukkannya. Oleh Karena itu, wilayah kekuasaan Mataram terus menjadi luas, yang mencakup Bagelen( jawa Tengah) hingga Malang( Jawa Timur).

Masa Akhir

Kemunduran Mataram Kuno disebabkan karna peran ibukota kerajaan yang terus menjadi lemah dan tidak menguntungkan lagi antara lain:.( Anto Dwi Laksono, 2018).

  1. Tidak mempunyai dermaga laut sehinga susah berhubungan dengan dunia luar
  2. Selalu ditimpa musibah alam oleh ledakan gunung merapi
  3. Menemukan bahaya serangan dari kerajaan Sriwijaya

Raja-raja Mataram Kuno

Raja-raja

1) Sanjaya, pendiri (732-760 M)
2) Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Syailendra (760-780 M)
3) Rakai Panunggalan alias Dhara nindra (780-800 M)
4) Rakai Warak alias Samaragrawira (800-820 M)
5) Rakai Garung alias Samaratungga (820-840 M)
6) Rakai pikatan suami Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (840 – 856 M)
7) Rakay Kayuwani alias Dyah Lokapala (856-882 M)
8) Rakai Watuhumalang (882-899 M)
9) Rakai Watukura Dyah Balitung (898-915 M)
10) Mpu Daksa (915-919 M)
11) Rakay Layang Dyah Tulodong (919 M-924M)
12) Rakai Sumba Dyah Wawa (924M)
13) Mpu Sindok (awal periode Jawa Timur)
14) Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya
15) Makuthawangsawardhana
16) Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Mataram berakhir.

Prasasti Canggal

ditemui di halaman Candi Guning Wukir di desa canggal pallawa serta bahasa sanskerta yang isinya menerangkan mengenai pendirian Lingga( lambang syiwa) di Dusun Kunjarakunia oleh Raja Sanjaya serta disamping itu pula diceritakan bahwa yang selaku raja sebelumnya ialah Sanna yang digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha( saudara wanita Sanna)

Ya ini saja pembahasan mengenai kerajaan mataram kuno, dengan adanya sejarah ini semoga kita bisa menambah wawasan tentang peninggalan kerajaan yang ada di jawa tengah.

Tinggalkan komentar