Kumpulan Contoh Puisi Pendek sangat Lengkap

Contoh Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang cukup disukai semua kalangan. Bahasanya yang digunakan indah dan romantis ini menjadi salah satu puisi yang telah memberi perhatian.

Biasanya, tak jarang orang memerlukan media puisi untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang tua atau kerinduan dengan sahabat dekatnya.

Puisi mempunyai berbagai macam aliran, misalnya seperti puisi lama, puisi baru, puisi kontemporer, hingga puisi konkret. Dari jenis puisi tersebut masing-masing mempunyai karakteristiknya sendiri.

Contoh Puisi Pendek

contoh puisi

Puisi Tentang Bangsaku

Bangsaku….
Kau sekarang berkembang
Menjadi bangsa yang maju
Andai berbagai bidang
Mampu membuat pesawat dan robot
Bangsaku….
Engkau akan menempuh
Perjalanan panjang
Tak usah takut bangsaku
Aku akan membantumu
Ku ajak teman-teman rajin belajar

Puisi Tentang “Hatiku Galau”

Pertama aku tau kalau kamu suka dia
Kedua aku tau kalau kamu gak suka aku
Sebenarnya aku patah hati
Karena kamu ngomong kalau kamu suka dia
Aku pengen move on sama kamu
Tapi aku gak bisa move on
Aku tau….
Kamu tau…
Mereka tau…..
Cuman dia gak tau….

Puisi Tentang “Cinta ini Untuk Siapa”

Hati ini sungguh bingung sekali
Ingin  ungkapkan tapi ragu-ragu
Bila mana cinta ingin memilih dengan nyali
Pilih antara Tuhan atau manusia berdagu


Contoh Puisi Anak-anak

contoh puisi

Puisi Tentang “Aku Ingin”

Aku ingin punya adik
Aku ingin punya sayap dan terbang
Aku ingin terbang kelangit
Aku ingin naik roler coaster
Aku ingin bermain hujan
Aku ingin naik kuda
Aku ingin masuk surga

Puisi Tentang “Malam”

Malam berhawa dingin
Malam ini sungguh gelap
Gelap itu seakan menelan semua
Semua yang ada jadi tak tampak

Puisi Tentang “Jika Aku Jadi Lebah”

Jika aku jadi lebah
Akan aku minum madu dari bunga-bunga
Dan aku kumpulkan jadi banyak
Akan aku buat sarang di atas pohon yang tinggi
Dan akan aku sengatkan orang yang berani mendekat sarangku

Puisi Tentang “Kota Hutanku, Limbah Airku”

Gunung tegak berdiri
Hijau oleh pucuk-pucuk pinus
Yang basah oleh rintik-rintik hujan
Lebat menyelimuti gunung

Air hujan yang mengalir melalui celah-celah batu
Jernih segar membawa berkah

Namun itu semua semu
Lihatlah hijaunya pucuk-pucuk pinus
Diganti dengan warna-warni megahnya gedung rumah
Seakan berlomba menuju puncak tertinggi
Siapa yang paling tinggi dialah yang menang

Airku kini berwarna pelangi dan berbau
Kadang juga membawa emas bagi pemulung

Puisi Tentang “Tangisan Hati Kecilku”

Hidupku tak seenak orang kaya
Apa saja dapat diminta
Tercapai mudah tanpa sebuah rekayasa
Tidur nyenyak…..makan enak…..
Sekolahpun tak ada masalah

Aku heran…………..
Melihat diriku yang kecil kurus ini
Tidur dengan nyamuk
Makan pun apa adanya
Miris sekali nasibku

Aku ingin seperti mereka
Berseragam………………..
Bersepatu…………………..
Menggoreskan tinta………..
Dan juga mencium tangan kedua orang tuaku
Kapan aku bisa bersekolah
Apa hanya mereka yang dapat menikmati sekolah
Sedangkan aku hanya meratapi nasib
Katanya sekolah gratis
Tapi nyatanya aku masih sulit sekolah

Puisi Tentang “Sepeda dan Keranjang”

Dua keranjang bambu
Tergantung diboncengan sepeda tua itu
Penuh dengan panen tadi pagi
Siap jadi syarat asap dapur tetap mengepul

Sepeda itu berjalan berleok-leok
Seakan tak kuat bawa dua keranjang
Tapi tak pernah memprotes
Terus mengantar panen tadi pagi ke pasar
Agar asap dapur empunya tetap mengepul

Dua keranjang itu penuh dengan panen tadi pagi
Kangkung, bayam, tela hasil bumi
Sekarang jadi rebutan ibu rumah tangga
Bayam kangkung Rp.500
Hanya itu yang dimau tak lebih

Dua keranjang bambu kini kosong
Susuri jalan bawa harapan dapur empunya
Namun di pasar tak memihak
Tak peduli dengan anak istri
Hasil bumi selama ini tak cukup
Bahkan hanya untuk mengisi sepertiga perut

Puisi Tentang “Aku Ingin Sekolah”

Di pagi yang cerah
Di pagi hari saat anak-anak pergi ke sekolah
Waktu saat aku akan melakukan aktivitas
Tapi bagiku saat kau bekerja
Bekerja untuk mencari uang
Tapi itu hanya cukup
Untuk sesuap nasi
Sekolah hanya untuk orang berduit
Sekolah hanya untuk orang konglomerat
Sekolah elit hanya untuk para pejabat
Tapi sekarang aku bisa sekolah
Walaupun aku adalah orang miskin

Puisi Tentang “Kolam Kecilku”

Kau amat cantuk
Bulu halus putih kehitaman
Serta sorot matamu yang tajam
Semakin menambah kharismamu
Kucing manisku
Menggeliat manja di pergelangan kaki
Mengelus -elus dan mengeong
Alangkah lucunya
Kucing manisku ini

Tertidur pulas di siang hari
Terjaga dimalam hari
Bercakar dan berkuku tajam
Tetapi engkau begitu jinak
Kucing manisku
Ketika ku pulang sekolah
Kau sambut diriku dengan erangan manja
Kau ajak aku bermain denganmu
Dengan sedikit tingkah aneh polahmu
Kucing manisku
Sungguh aku menyayangimu


Contoh Puisi Perjuangan

contoh puisi

Puisi Tentang “Pupus Rasa Hilang Nyawa”

Napak tilas para pahlawan bangsa
Berkibar dalam sya’ir sang saka
Berkobar dalam puisi indonesia
Untuk meraih cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa
Bersatu dalam semangat jiwa
Bergema di jagat nusantara
Untuk meraih prestasi dan karya

Merdeka. . . . . .
Kata yang penuh dengan makna
Bertahta dalam raga pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata

Merdeka. . . . . .
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
Menggelora di garis katulistiwa
Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

Merdeka. . . . . .
Harga yang tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di Era Dunia

Puisi Tentang “Pengorbanan”

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang ksatria
Aku pasti akan menyelamatkannya
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi

Puisi Tentang “Satu Mimpi Satu Barisan”

Di lembang ada kawan sofyan
Jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
Karena mogok karena ingin perbaikan
Karena upah ya karena upah

Di ciroyom ada kawan sodiyah
Si lakinya terbaring di amben kontrakan
Buruh pabrik teh
Terbaring pucet dihantam tipes
Ya dihantam tipes
Juga ada neni
Kawan bariyah
Bekas buruh pabrik kaos kaki
Kini jadi buruh di perusahaan lagi
Dia di pecat ya dia di pecat
Kesalahannya karena dia menolak
Diperlakukan sewenang-wenang

Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
Kemarin kami datang dia bilang
Umpana dirosen pasti nampak
Isi dadaku kini pasti rusak
Karena amoniak ya amoniak

Di cigugur ada kawan siti
Punya cerita harus lembur sampai pagi
Pulang lunglai lemes ngantuk letih
Membungkuk 24 jam
Ya 24 jam

Di majalaya ada kawan eman
Buruh pabrik handuk dulu
Kini luntang luntung cari pekerjaan
Bini hamil tiga bulan
Kesalahan karena tak sudi
Terus diperas seperti sapi

Di mana-mana ada sofyan ada sodyah ada baiyah
Tak bisa dibungkam kodim
Tak bisa dibungkam popor senapan
Di mana-mana ada neni ada udin ada siti
Di mana-mana ada eman
Di Bandung-Solo-Jakarta-Tangerang

Tak bisa dibungkam kodim
Tak bisa dibungkam poper senapan
Satu mimpi
Satu barisan

Puisi Tentang “Badai Darah”

Semangat perjuangan sedang berkobar
Hancurkan kandas di tengah kecerobohan
Peluru timah menelusuk badan
Menunggu waktu datangnya kematian

Bom berteriak pertanda memancing emosi
Terasa gempa seluruh tubuh ini
Tak peduli hidup atau mati
Mengajak malaikat mau untuk berkompromi

Satu dekade telah terlampaui
Peti kematian sudah tak mengerti
Ribuan pahlawan telah mati
Algojo terus menyiksa sembari menari

Dosa sudah tak diperhitungkan
Karena telah buta oleh keduniawian
Tuhan hanya dianggap kebohongan
Takdir tak salahpun disalahkan

Nyawa hanya dihargai sebulir embun
Bagai sebuah nestapa di ujung kenangan
kekalahan hanya menjadikan kesia-sian
Kemenangan hanya menghasilkan kebosanan

Puisi Tentang “Perjuangan Tak Pasti”

Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa
Kucoba melangkah ke sana
Tak juga kutemukan suatu hal
Kulangkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu

Saatku berhenti tuk bersandar
Ku mohon dan kuberserah
Apa aku diberi sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman

Oh Tuhan….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

Hidupku….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan

Puisi Tentang “Pahlawanku”

Oh pahlawanku….
Bagaimana aku bisa
Membalas jasa-jasamu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskan aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumurkan darah
Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah
Aku tak tau cara untuk membalas jasamu

Engkau rela mengorbankan nyawamu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri
Oh pahlawanku….
Engkaulah bunga bangsa


Contoh Puisi Tentang Alam

contoh puisi
contoh puisi alam

Puisi Tentang “Pantai”

DI tepi pantai
Kupejamkan mata
Lelah tak tau harus berbuat apa
Tergeletak di hamparan pasir
Dihiasi dengan ribuan sampah yang tersebar
Hanya bisa terdiam
Dan hanya bisa merenung
Cemara yang tertata rapi
Kini berantakan tak terawat
Ilalang dan rumput liar pun menertawakanku
Dan juga mencaciku yang hanya berdiam diri
Hembusan angin yang dulu sejuk
Kini samar ku rasakan….
Ingin ku belai dan ku nikmati
Namun angin yang menerpa tak dapat aku nikmati
Pantaiku yang kotor!
Pantaiku yang rusak!
Lihatlah…..
Renungilah….
Sadarkah kita….
Dan taukah kita apa yang telah terjadi pada pantai kita ini?
Selamatkanlah….
Selamatkanlah pantaiku dari sampah!!!

Puisi Tentang “Keindahan Awan”

Bertebaran di angkasa
Putih, kelabu, dan hitam
Warna-warna yang sungguh menawan
Bergelombang mengombak-ombak
Tebal dan sangat indah
Bahkan sang bagaskara tak terlihat
Pelangi terlihat tak penuh
Karena sang selimut menutupinya
Jauh di sana
Menyelimuti jagat raya
Tebal tipis
Beredar di mana
Indah bukan buatan
Ingin rasanya aku memluknya
Indah tak terperikan

Puisi Tentang “Keindahan Alam Ini”

Betapa inidahnya alam ini
Laut berombak-ombak
Awan berarak-arak
Udara segar bertiup-tiup

Aku berdiri di atas gunung
Berdiri di bawah langit
Hanya untuk melihat keindahan alam ini

Keindahan dunia 
Aku mempertaruhkan nyawa
Bertahan diri di atas gunung
Demi melihat keindahan alam
Keindahan ciptaan Tuhan

Puisi Tentang “Keindahan Sawah”

Sawah di bawah emas padu
Padi melambai, melalai terlukai
Naik suara salung serunai
Sejuk didengar mendamaikan kalbu
Sungai bersinar menyilaukan mata
Menyamburkan buih warna pelangi
Anak mandi bersuka hati
Berkejar-kejaran berseru gempita
Langit lazuardi bersih sungguh
Burung elang melayang-layang

Sebatang kara dalam udara
Desik berdesik daun buluh
Dibuai angin dengan sayang
Ayam berkokok sayup udara

Puisi Tentang “Bukit”

Ia duduk bersimpuh di atas bukit
Memandangi sekitar dari luasnya safana
Ia rebahkan badanya. di atas rumput-rumput
Hingga tak terlihat oleh ilalang yang menjulang
Ia terpejam
Oleh hembusan angin


Contoh Puisi Tentang Persahabatan

contoh puisi
contoh puisi persahabatan

 

Puisi Tentang “Rintihan Sahabat”

Dulu…
Kita berbagai canda tawa bersama
Bermain bersama
Semua kita lakukan selalu bersama
Kini….
Semua itu telah sirna di hembus kenangan
Kenangan yang tak akan bisa ter ulang kembali
Di sini….
Aku hanya bisa memanjatkan doa
Semoga kau bahagia di alam sana
Bersama bidadari-bidadari surga
Yang memberikan hangatnya belaian dari setiap sayapnya
Memberikan kasih sayangnya
Seperti hal nya kasih sayangku kepadamu dulu

Puisi Tentang “Sahabat Terindah”

Sahabat….
Engkau bagaikan permata di hidupku
Penuh luku di setiap perjalanan persahabatan kita
Penuh duri saat kita bertengkar
Penuh senyum saat kita bersama
Sahabat….
Andai engkau tau
Di saat ini aku membutuhkanmu
Menghayati tentang kebersamaan
Merindukan saat keceriaan
Saat senang ku mengingatmu
Saat sedih ku membutuhkanmu
Andai engkau tau
Engkau bagaikan permata di hidupku
Menemani di setiap kesepianku
Menghangatkan setiap keceriaanku
Sahabat…
Mungkin kau tak kan terganti
Bersamamu adalah hal terindah di hidupku 

Puisi “Tentang Aku dan Kamu, Kawan”

Kawan….
Tau kah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama?
Aku tak ingin tau
Karena kamu selamanya bagiku
Bersamamu….
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan air mata yang terlanjur jatuh
Tak kan berubah menjadi nestapa
Denganmu….
Kepenatanku hilang sirna
Terkadang di satu waktu
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan
Amarah tak kan bisa bertahan lama dikalbuku
Ku sadari aku terikat jauh ke dalam hatimu
Ingat kah kawan….
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku, kamu dan kehidupan

Puisi Tentang “Sinar Seorang Sahabat”

Dalam sebuah kesunyian
Di jalan pelita
Soal hidup yang kadang tak menentu
Merangkai kisah dalam kesendirian
Ungkapan tulus dari seseorang
Seolah menjadi sinar yang mendadak datang
Berbagi duka dan tawa
Ibarat angin yang menebar kecerian
Atau bulan yang setia menemani kegelapan
Di saat ku jatuh dan pasrah
Sahabat….
Temani bintang yang kesepian
Yang cahayanya nyaris pudar ini
Yang enggan menunjukkan kerlip kebahagiaannya
Ayo rangkai sebuah kisah persahabatan
Kisah yang tak pernah berakhir meski di telan waktu 
Ayo jalani bersama
Takdir kita jalani dengan penuh perjuangan

Puisi Tentang “Kita Selalu Bersama”

Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama
Kemanapun bagaikan tali yang telah terikat kuat
Yang tak dapat di lepas
Kau hibur aku di saat gundah
Dan ku hibur kau di saat kau membutuhkan 
Kita saling melengkapi satu sama lain
Tapi berbeda 
Berbeda pada saat itu
Pada saat waktu tak berpihak kepada kita
Kau dan aku terpisah
Dan akhirnya…..
Kau meninggalkanku dengan sosok bayangmu
Bayangmu yang tak tau di mana tubuhnya
Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan
Seperti bukan lagi sahabatku


Contoh Puisi Tentang Rindu

contoh puisi

Puisi Tentang “Kutitipan Rindu Pada Senja”

Kepadamu yang telah pergi
Telah kutitipkan rindu pada langit senja
Yang seteduh matamu
Pandangilah merah jingganya
Hinga rindu yang hangat itu
Merasuk ke dalam cakrawala hatimu
Layaknya gelap dan terang dan yang bertemu di kala senja
Pertemuan kita yang singkat namun indah itu
Tak kan pernah terlupakan
Segala kenangan telah tersimpan dalam relung jiwa
Biar ku miliki hingga senja tak lagi ada
Satu hal yang perlu kau tau
Perihal melupakanmu
Sungguh aku tak mampu
Karena ingatan tentang mu sama seperti mentari
Walau ia terbenam hari ini
Ia akan datang lagi ke esokan harinya

Puisi Tentang “Malam Rindu”

Dusta jika ku tak merindu
Sekuat ku buang ingatan
Kembali juga ketempat yang sama
Meski ku tau…. 
Tuhan tak pernah miliki restu
Untuk kerinduan yang teramat dalam

Tapi mengapa?
Hilang tak juga sirna 
Hadir selalu dalam bayang

Aku diam….
Aku bungkam….
Berusaha selalu menutup kelopak
Agar wajahnya tidak kembali di hadapan
Agar terusir dalam dingin nya malam

Puisi Tentang “Di dalam Dada”

Jika di belah dadaku
Akan nampak semua yang ada di angan
Ada gunung, ada lembah, dan ada pohon di pinggir sawah
Ada jalan setapak menuju rumah
Ada kerinduan di sana…
Tapi ada juga kota lama
Dengan gedung runtuh
Dan langit terbakar menyala merah
Ada juga hutan rimba
Tempat nyawa tersesat
Terbayang di dalam lengking rusa
Yang lari dengan kaki terluka

Sudah berkumandang sebelum sempat bersuara
Kalau kerinduan tak terangkum dalam dada
Bagaimana kata seakan terbit dari tiada
Tangan akan hampa meraih ke udara

Puisi Tentang “Aku Merindukanmu”

Sudut sepi ketika itu….
Kembali aku merindukanmu
Rindu yang sangat rindu….
Gundah, resah dan gelisah menari-nari di kalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu
Masih ku ingat saat itu 
Saat kau bunuh aku dengan diam mu
Namun…. Masih saja aku merindukanmu 

Ku bangan hening kala itu….
Bayanganmu hadir dibibir ilusiku
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah… Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau….
Dengan cara ini lah aku mencintaimu

Kamar sunyiku saat itu 
Sayup-sayup ku ingat kembali kisah ku
Kau tau apa yang kau temukan?
Hanya cintamu
Cinta yang membuka mataku 
Cinta yang membuka hatiku
Dan dalam hatiku,
Aku melihatmu bidadariku 
Hingga tak kan bosan ku berbisik di telingmu
Jika aku merindukanmu 

Puisi Tentang “Sepenggal Kerinduan”

Bungaku yang telah pergi
Kau pernah tumbuh di taman hati
Bau harum mu pun masih mewangi
Dan tercium sampai kini
Pertanyaannya tak habis di sini

Tapi sampai kapan ini terjadi
Sampai kapan aku merindukanmu
Sampai kapan kau tetap segar mewangi 
Dan tak menjadi layu di hatiku

Ya sekian ini dari saya artikel tentang kumpulan dan contoh puisi pendek yang sangat menarik, semoga dengan saya membuat artikel ini bisa berguna yang sedang mencari contoh puisi.

Tinggalkan komentar