Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh, Witir dan Nazilah

4 min read

doa qunut

Bagi kaum muslim, tentu tidak asing dengan bacaan doa qunut, meskipun secara khusus memilih untuk menggunakannya dalam shalat. Doa qunut biasanya dibaca dalam shalat subuh setelah bangun dari ruku’ (I’tidal) dan setelah membaca I’tidal di rakaat kedua.

Tidak semua umat muslim menggunakan doa qunut karena doa qunut memang tidak termasuk ke dalam rukun solat.

Mengenai hukum melakukan doa qunut, para ahli masih berbeda pendapat. Ada yang menganggap bahwa doa qunut sangat dianjurkan dan ada pula yang menganggap tidak perlu dilakukan.

Sebagian besar kaum muslim memang memilih untuk melakukan doa qunut dengan alasan hikmah yang akan diperoleh, selain itu akan mendapatkan pahala sunnah. Berikut ini, akan dibahas beberapa kajian tentang doa qunut.

Pengertian Doa Qunut

pengertian doa qunut

Jika dilihat dari isi atau bacaan doa qunut, maka bisa dipahami bahwa doa qunut merupakan doa untuk menolak bahaya dan bisa mendatangkan kebaikan.

Pengertian qunut dari sudut etimologis atau bahasa bisa dilihat dari susunan huruf yang digunakan, yaitu terdiri dari huruf qaf, nun, dan ta.

Qunut merupakan bentuk mashdar yang memiliki banyak arti secara bahasa seperti taat, menghinakan diri kepada Allah, lama berdiri dalam shalat, dan yang sedikit makan. Intinya, qunut memiliki makna yang positif bagi pelakunya untuk menunjukkan keagungan Allah SWT.

Pengertian qunut secara istilah bisa dimengerti dari pendapat beberapa ulama.  Al-Razi berpendapat bahwa Qunut merupakan sebuah ungkapan untuk menyempurnakan ketaatan kepada Allah.

Sementara itu, Ibnu Jarir al-Thabari mengungkapkan bahwa qunut merupakan bentuk kepatuan dan pengakuan kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan ibadah yang disaksikan oleh seluruh anggota tubuh sekaligus bukti bagi keesaan Allah.

Ibnu Faris mendefinisikan qunut sebagai cara untuk mentaati Allah, merendahkan diri kepada-Nya, dan tetap dalam peribadatan. Ketika sedang melaksanakan doa qunut, maka seseorang akan berdiri lama dalam shalat dan memanjang kan doa.

Dalil Tentang Doa Qunut

dalil bacaan doa qunut
tebuireng.online

Perselisihan pendapat untuk membaca doa qunut atau tidak dalam shalat subuh sudah terjadi di kalangan ulama, bahkan sudah terjadi sejak generasi Salafus Shalihin.

Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa membaca qunut tidak disunahkan dalam shalat subuh. Sementara menurut Imam Malik dan Imam al-Syafi’i mengemukaknan bahwa membaca qunut disunahkan dalam shalat subuh.

Setiap pendapat disertai dengan dalil-dalil dari Hadits Rasulullah SAW. Terdapat beberapa hadits yang menjadi dasar Imam al-Syafi’i dan pengikutnya untuk membaca qunut dalam shalat subuh. Hadits yang pertama adalah HR Muslim 1578, yaitu :

Dalil Tentang Doa Qunut
carolesundfoundation.com

Artinya :

Dari Muhammad ibnu Siriin, Dia berkata: “Aku bertanya kepada Anas ibnu Malik : Apakah Rasulullah membaca doa qunut ketika sholat subuh?” Beliau (Anas ibnu Malik) menjawab: “Ya, setelah ruku’ sebentar (disamarkan).” (HR Muslim No. 1578).

 

Dalil kedua yaitu Hadits Shahih riwayat Ahmad dan Darulqutni, yaitu:

Dalil Tentang Doa Qunut

Artinya : Dari Anas ibnu Malik, Dia berkata: “Rasulullah selalu membaca doa qunut ketika melaksana kan shalat fajar (subuh) hingga Beliau (Rasulullah) meninggal dunia”.

 

Jenis-jenis Bacaan Doa Qunut

Umat Islam cenderung hanya tahu bahwa doa qunut hanya dibaca pada rakaat kedua shalat subuh. Padahal, selain qunut subuh, masih ada qunut lain, yaitu qunut Nazilah dan qunut witir.

1. Qunut Nazilah

Doa Qunut Nazilah merupakan doa qunut yang dibaca saat jiwa merasa terancam. Doa ini ditujukan agar malapetaka segera pergi, seperti banjir, kekeringan, penyebaran wabah penyakit, dan lain sebagainya.

Doa Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap shalat fardu (lima waktu) kecuali shalat Jumat. Membaca doa qunut Nazilah ada banyak pilihannya. Namun, yang paling umum digunakan adalah bacaan doa qunut nazilah yang sering dibaca oleh Khalifah Umar bin Khattab, yaitu :

Doa Qunut Nazilah

Allahummaghfirlanaa walil mu’miniina walmu’minaati walmuslimiina walmuslimaati wa allif baina quluubihim wa ashlih dzaata bainihim. Wanshurhum ‘alaa ‘aduwwika wa’aduwwihim. Allahummaj’al kafarata ahlil kitaabil ladziina yashudduuna ‘an sabiilika, wayukadzdzibuuna rusuluka, wayuqaatiluuna auliyaa-aka. Allahumma khaalif baina kalimatihim, wazalzil aqdamakum, wa anzilbihim ba’sakalladzi laa tarudduhu ‘anil qaumil mujrimiina. Bismillaahirrahmaanirrahiim allaahumma innaa nasta’iinuka.

 

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa orang-orang mukmin (laki-laki dan perempuan), dan orang-orang muslim (laki-laki dan perempuan). Berilah kedamaian di antara mereka.

Tolonglah mereka untuk mengalahkan musuh-musuhmu dan musuh-musuh mereka. Ya Allah timpakanlah laknat kepada orang-orang kafir dari ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu dan memerangi para wali-Mu.

Ya Allah, gagapkanlah ucapan mereka, jadikanlah mereka terpecah belah. Dan timpakan siksa-Mu yang tidak mungkin mampu dicegah oleh mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan hanya kepada Engkau.

 

2. Qunut Witir

Doa qunut witir merupakan doa qunut yang dilafalkan ketika mengerjakan shalat witir, yaitu shalat sunah yang dilakukan di malam hari.

Waktu mengerjakan shalat witir bisa setelah waktu shalat isya atau sebelum memasuki waktu shalat subuh dengan selalu ganjil. Bacaan doa qunut witir yaitu:

doa qunut witir

Allahummahdini fiiman hadait, wa’aafinii fiiman ‘aafait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiimaa a’thait, waqinii syarri maa qadhait, fa-innaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alaika, innahu laa yadzillu man wa alait, walaa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wata’aalait.

Arti Doa Qunut

Artinya :

Ya Allah, berilah kepadaku hidayah sehingga aku tergolong orang yang mendapat hidayah. Berilah aku keselamatan sehingga aku termasuk orang-orang yang selamat, jadikanlah aku mencintai-Mu sehingga aku termasuk di antara orang-orang yang mencintai-Mu.

Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari takdir yang buruk, sungguh Engkau adalah yang menerapkan takdir dan tidak ada selain Engkau yang menetapkan takdir.

Karena orang yang Engkau cintai tidak akan mungkin terhinakan, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mungkin akan mulia. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau Ya Tuhan Kami.

3. Bacaan Doa Qunut Subuh

Doa qunut subuh merupakan doa qunut yang dilafalkan setiap shalat subuh, yaitu pada rakaat kedua setelah bangun dari ruku’ (i’tidal) dan setelah membaca doa i’tidal. Adapun bacaan qunut subuh sama dengan qunut witir. Namun, jika dilakukan secara berjamaah, maka imam shalat akan mengganti dhamir kepemilikan yang semula nii menjadi naa atau lii menjadi lanaa.

Perbedaan Pandangan Tentang Doa Qunut

perbedaan doa qunut

Para ulama setuju bahwa ketika terjadi bencana atau malapetaka di suatu tempat untuk melafalkan doa qunut Nazilah setiap sholat fardhu atau shalat lima waktu. Namun, untuk doa qunut witir dan doa qunut subuh memiliki pandangan yang berbeda dari setiap ulama.

1. Pendapat Ulama Malikiyyah

Imam Malik mengatakan bahwa doa qunut itu merupakan ibadah sunnah pada shalat subuh. Namun, mengenai waktu membacanya Imam Malik menganjurkan doa qunut sebelum ruku’ dan tidak mempermasalahkan orang yang membaca doa qunut setelah rukuk. Imam Malik juga tidak menyarankan untuk melakukan Qunut secara zhahir kecuali hanya pada shalat subuh saja.

Imam As-Syafi’i ra, ulama lain dari golongan Malikiyyah mengatakan bahwa doa Qunut disunnahkan pada shalat subuh dan dilakukan sesudah ruku’ pada rakaat kedua. Beliau juga mengunkapkan bahwa Imam hendaknya berqunut dengan lafaz jama’ dengan meninggikan suaranya dan diamini oleh para makmum sampai imam membaca lafaz “wa qinaa syarra maa qadhait”. Beliau juga berpendapat bawah mengangkat kedua tangan sangat disunnahkan, namun dilarang mengusap wajah sesudahnya.

Menurut mazhab Malik, jika qunut pada shalat subuh tidak dilaksanakan, maka hendaknya melakukan sujud syahwi.

2. Pendapat Ulama Syafi’iyyah

Secara umum, para ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa tidak ada qunut dalam shalat witir kecuali pada waktu separuh akhir dari bulan Ramadhan dan tidak ada qunut dalam shalat lima waktu selain pada shalat subuh.

Qunut berlaku pada selain shubuh jika kaum muslimin tertimpa musibah dengan melafalkan doa qunut nazilah.

3. Pendapat Ulama Hanafiyyah

Ulama dari kalangan Hanafiyyah berpendapat bahwa doa qunut hanya pada shalat witir. Ulama ini juga membolehkan doa qunut nazilah, namun hanya dilakukan pada shalat shubuh saja.

Ketika qunut nazilah pada waktu shalat subuh, yang membaca qunut adalah imam dan diaminkan oleh makmum.

4. Pendapat Ulama Hanabilah

Pandangan ulama Hanbilah mengenai doa qunut adalah hanya disyariatkan untuk doa qunut witir dan qunut nazilah. Ketika terjadi malapetaka, imam atau yang mewakilinya boleh berqunut pada shalat lima waktu selain shalat Jumat.

Imam Ahmad yang termasuk dalam golongan ulam ini berpendapat bahwa tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan qunut witir sebelum atau sesudah ruku’.

Nah, itu dia kajian mengenai doa qunut yang patut kita pelajari sesuai syariat yang dilakukan Rasululloh SAW, semoga apa yang sudah saya buat artikel ini bermanfaat dan dapat menambah amalan ibadah serta kebaikan kita di dunia dan di Akhirat Aamiin

Bacaan Doa Qunut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *